Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘MyWords’ Category

Hari ini seorang sahabat menyampaikan request agar saya menulis mengenai “bagaimana mengelola keuangan pribadi dengan tetap melaksanakan tugas-tugas keagamaan”. Saya pun berpikir bahwa ini tema yang menarik, mengingat banyak orang yang sering bingung mengelola keuangan; apalagi dihadapkan pada kebutuhan keagamaan yang relative banyak juga.

So, here are some of my views dalam mengelola keuangan pribadi, semoga bisa memberikan ide bagi para pembaca:

  1. Membuat balance sheet keuangan pribadi. Untuk tahap awal, buat saja yang sederhana seperti berapa besar (a) gaji rutin setiap bulan (b) pengeluaran rutin bulanan (c) tabungan atau investasi bulanan (d) perkiraan keperluan adhoc bulanan spt biaya untuk odalan atau galungan atau nyepi (termasuk slot untuk dana punia). Secara teori umum, skema yang wajar adalah pengeluaran itu 30% dari pendapatan, tabungan atau investasi sebesar 30%, dan sisanya untuk adhoc
  2. Biasakan berpikir detail. Ketika bicara uang dan angka, tidak bisa dipungkiri harus berpikir detail sehingga skema pendapatan dan pengeluaran tetap bisa terjaga. Jadi, rajin-rajinlah melakukan review atas balance sheet di point (1). Sering kali kita harus merenung mengenai potensi pengeluaran sebulan kedepan bahkan tiga bulan kedepan. Istilah jaman sekarang adalah smart spending. Sebagai bayangan, saya selalu melakukan review 2 kali dalam sebulan, yaitu setiap tgl 27 (setelah gajian) dan tgl 10 (setengah perjalanan dari hari kerja menuju tanggal gajian berikutnya). Dengan demikian, apabila kita boros di 15 hari kerja pertama, maka kita harus sedikit mengencangkan ikat pinggang di 15 hari kerja berikutnya
  3. Santai. Hidup fleksibel dan apa adanya ternyata sangat mendukung kesuksesan pengelolaan keuangan. Jadi, jangan pernah terpaku hanya pada satu solusi yang membebani keuangan; namun biasakan selalu mencari alternative. Contoh: untuk ke pura biasanya naik taxi dengan ongkos PP (Sudirman – Rawamangun) bisa 100 ribu, namun dengan naik trans Jakarta maka bisa hanya 7 ribu. Contoh lain misalkan minum kopi, apabila biasanya beli kopi segelas di starbuck seharga 50 ribu, akan lebih murah jika beli kopi bubuk atau kopi sachet starbuck dan kemudian seduh sendiri
  4. Cerdas dalam memilih barang dan menggunakan produk Bank atau financial institution lainnya. Jangan lekas tergoda promosi yang menjerumuskan kita pada cicilan yang mungkin bisa mengganggu balance sheet. Pilihlah barang yang benar-benar dibutuhkan, dan cari toko yang menyediakan promo, termasuk promo dari Bank tertentu apabila menggunakan kartu kredit yang mereka terbitkan. Contoh: apabila anda penggemar sepatu Clarks, saat ini di Pacific Place – SCBD disediakan khusus Clarks store untuk barang diskon; plus banyak program cicilan dari Bank ternama. Selanjutnya, saat ini Bank sedang punya trend bermain di fasilitas “poin”, manfaatkanlah! setiap kita berbelanja dengan kartu kredit maka akan mendapat poin, selanjutnya poin tersebut bisa dipergunakan untuk berbelanja lagi. Namun, perlu saya ingatkan untuk berhati-hati dalam menggunakan Kartu Kredit agar balance sheet tetap terjaga; jangan sampai bablas… 🙂
  5. Rajin berderma. Tidak ada ruginya kita berderma, karena ini sesuai dengan aturan universal alam semesta bahwa apapun yang kita miliki adalah titipan. Dengan demikian, saya sarankan untuk selalu menyediakan slot anggaran untuk ber-dana punia. Apabila tidak sanggup besar, maka cukup semampunya saja. Sebagai pengalaman pribadi, semakin rajin saya berderma untuk hal-hal yang tepat maka rejeki so far selalu mengalir; at least kebutuhan saya terpenuhi. Bentuk dana punia bisa bervariasi seperti memberikan punia uang atau pakaian ke pendeta, punia uang ke pura, membantu buku untuk anak-anak yang tidak mampu sekolah, sharing makanan ke pengemis, bahkan senyuman untuk orang yang sedang sedih merupakan sebuah derma yang sangat besar

Menurut saya, lima hal tersebut di atas sangat applicable dalam mengelola keuangan pribadi sehingga kebutuhan bersosial masyarakat dan beragama tetap lancar dan aman. Memang banyak teori yang canggih-canggih mengenai management keuangan, namun belum tentu kita bisa menerapkannya dengan maksimal apabila kita tidak disiplin; disiplin memonitor balance sheet, disiplin mencari alternative baru, disiplin update trend di pasar, dan disiplin terhadap komitmen pribadi (merupakan yang paling utama).

Demikian… semoga bisa membantu 🙂

love and peace,

-putu-

Read Full Post »

Terima kasih Tuhan :)

Sudah 34.5 tahun aku menghirup oxygen di sebuah planet yang bernama bumi. Banyak kisah yang sudah terjadi, ternyata itu sebuah scenario yang sudah di design sejak dahulu kala; bahkan sebelum aku berwujud sel. Semuanya berjalan as designed dan membuatku bertanya “so, what’s next”

Jika tanpa design, mungkin aku sudah lama meninggalkan planet ini… banyak peristiwa terlampaui dan aku masih selamat.

 Waktu kecil, karena berkat-Nya aku “gagal” terlindas bus; karena berkat-Nya aku masih sehat sehabis jatuh dari pohon; karena berkat-Nya aku masih berjalan setelah sekian banyak pengalaman sakit kaki; karena berkat-Nya aku masih berpikir dan menulis untuk menyampaikan aspirasi dan opini tentang planet ini dan sang penciptanya; karena berkat-Nya aku masih menyapa mereka yang aku lihat, mereka yang mengeluarkan suara dan di dengar oleh telingaku, mereka yang menyentuh penuh sayang; karena berkat-Nya aku masih mengunyah nasi setelah banyaknya isu terkait gusi dan gigi yang aku alami; karena berkat-Nya aku masih berjalan dan makan normal setelah sekian banyak sakit perncernaan yang aku alami; karena berkat-Nya aku hidup bersama orang tua yang memahami liarnya duniaku; karena berkat-Nya aku menyaksikan bagaimana proses untuk meninggalkan planet ini oleh kedua nenekku dan ayahku; karena berkat-Nya aku masih survive di dunia kerja dan lingkungan yang katanya kejam; karena berkat-Nya aku belajar martial art, agama, IT, Akuntansi, Risk, Treasury, Finance, dll… karena dengan semua itu akhirnya aku memahami pola-Nya; karena berkat-Nya aku mencintai; karena berkat-Nya aku masih menerima cinta dari makhluk yang ada di planet ini.

Begitu banyak pertolongan yang Dia berikan agar aku tetap hidup sesuai design-Nya. Ntah apa yang akan terjadi lagi; entah rencana apa lagi yang masih ada dalam logbook-Nya. Dia sangat baik karena memberi kesempatan kepadaku untuk menyampaikan aspirasi dalam doa; selanjutnya Dia akan me-review dan menyampaikan apakah aspirasiku disetujui atau tidak. Jika Dia setuju dan sesuai dengan design-Nya maka pasti akan segera disetujui. Namun jika masih perlu banyak pertimbangan maka akan banyak proses yang harus aku lalui untuk persetujuan tersebut; bahkan harus disertai pembuktian dan subsidi silang agar design awal tidak terganggu.

Apa pun, sekecil apa pun, yang sudah aku lewati… semua itu sebetulnya hal baik (meski secara kolegeal sering dianggap tidak baik). Logikanya, Dia sangat baik maka apa pun yang Dia berikan adalah sebuah kebaikan; apapun yang aku lalui memang itu hal baik untukku untuk pemenuhan design-Nya. Setiap kali ragu, aku bebas menyampaikan aspirasi dan bertanya pada-Nya; any time any where. Dia menjawab lebih cepat dari dari whats-app atau telpon canggih; namun Dia juga bias menunda lebih lama dari waktu perjalannya sloth.

So, hal dasar yang aku lakukan sembari jalan adalah bekerja dengan baik; berdoa dengan baik; tersenyum; yakin bahwa semuanya adalah proses untuk yang terbaik; belajar; menulis; olah raga; berusaha melakukan apa pun yang bisa aku pikirkan dan lakukan dengan sebaik mungkin yang bisa aku lakukan

-putu-

Read Full Post »

Happy birthday 24 january

42 years gone with stories behind… baby cried in the middle of the mist… in one of mythical lakes… in one of the most beautiful unique islands. Parent called him made sudarma.

day by day… year by year… life taught the boy tough life which no one experienced before…. he survived… he learned the meaning of life… the purpose of his existance… and the beauty of being a human.

love is his way of life… loving other creatures is his passion… to be loved is his destiny.

Happy birthday… my God always bless you with happiness and good fortune 🙂

Dedicated with love for bli danu dharma patapan ♡♡♡

-geg putu-

Read Full Post »

Jakarta, is capital of Indonesia which previously named Batavia.

 

Like other capital city, Jakarta just like wall mart; any kind of things are available; just depend on your money and way of life.

It’s been 12 years I was digging this unique town, and I found it’s getting interesting and become one of city I love most (the other are Bali and Tokyo). Why? Cause this city so complicated but there easiness inside; just like green tea 🙂

 

Once upon a time, I was sitting by the old lady whom told be about the old Batavia:

“Putu, it was rice field anywhere: along Kuningan and Gatot Subroto street, also where all those exclusive sky scrapers build was rice field. And someone told me, that someday Batavia gonna be city of light; there no more rice field… But a never sleep city.”

 

What she told me are very true, cause I couldn’t see rice field anymore (today, 3rd of august 2013) and Jakarta is full of light.

 

Jakarta recently is different with the old days, it’s full of challenge now. On daily basis, everybody wake up early – hurry for the deadline – lunch fast – hurry for the train – back home late night – full of tiredness; but today I just feel so different…. Might be because Idul Fitri holidays (1 week day off) just started.

 

This morning I walked out and faced the empty street; just one or two walker… The air so fresh… I could breath freely… I don’t have deadline to catch up… I can walked or drove anywhere without facing any traffic jam. What a lovely Jakarta.

 

Enjoy! 🙂

 

-putu-

Read Full Post »

The wallstreet journal is thing mostly I read.
And today I found good sentence back on it “Open your eyes to what you dream”.
Its advertisement of Noblesse.

I do agree with that, cause usually I realized that I was stucked in a situation and forgot about my real dream (just like slepping beauty in the “fancy rooms” of this wild world).
Then usually there was a triger that reminded me to open my eyes, to move and doing something new; which actually preparation to catch my dreams.

Talk about dream, since kid my parent tought me to build my own dreams. Lots of dreams.
What ever it is, as far as positive and for goodness then its always OK.
They always saying…. keep dreaming as high as wide as universe; and if you fail, you still surounded by stars.

To me, dreams not always about thing that give massive impact.
Usually I dreams simple thing like I wanna meet someone, or going somewhere quite, or eat my mom’s “sambal” (balinese sauce), buy my favorite books.
But sure there’s some big dreams that make me focus till now, like explore Indonesia, explore Asia, build school, etc… 🙂

Back to the title, catch dreams need strategies, and…. need to “open eyes” widely to see possibilities and chances.
Dreams just like plan of life, where I wanna go, what I wanna be, and with whom I wanna enjoy this life.
Thats why its essential to make a plan, build effort, and one sure thing “praying”.

For simple example is buying favourite book;
the strategies are saving money, searching the book store, looking for the sales (bigger discount is better), etc.

I thought that’s all for now, I just wanna telling myself and all you reader that its really important to have good dreams; cause it make us alive.
Please enjoy the days and open your eyes to what you’re really dreaming of… cause might be its already there… waiting for you to pick them up 🙂

-putu-
 

 

Read Full Post »

okiotsukete kudasai ne

The title was one japanese sentence that I heard from the low profile Indonesian Karate founder, Sihang Baud.
He had passed away, but still the sentence tightly plug in my mind.

It was rainy day, when I sat on the shuttle bus’ chair, then suddenly there’s an old man came and made conversation. Like usually I love making new friend; and we’re talking a lot about the city, country, and this new era. Great old man, I thought. Till my bus ready to go, and I said good bye to him. Yes, we’re changing the business card. Surprisingly, he’s the one I’m looking for along this time, Sihang Baud.

I’ve been taught martial art since young; and I always wanna meet the one who brought Karate to Indonesia. I just knew the name btw. But that time I do really grateful, finally we met face to face + he gave me so much advices (one of advices: okiotsukete kudasai ne – take care). He lived in Japan for years and studied Karate.

The other advice is ‘be humble’ and keep on fighting on the right way 🙂

Doumo arigatau Sihang.

-putu-

Read Full Post »

The city on Saturday

Jakarta is one of the bigest city in Indonesia, and like the others there’s always “strange” thing happened.

This morning, actually the weather couldn’t be predicted and it was fucking heavy rain and my schedule could be screwed up. But still I have my good luck when the sun shined at 9 am. And… thing shocking happened when there was a lady run on the street naked – really really naked. Woww… all people stunned and police tried to fix it, but the lady run away and every body worried if she crashed. I was shocked and confused, what was happened to the lady? is she sick? Or… something “bad” just happened to her last night? Cause she looked wanna run away.

Result of my confused mind was my bus left me… three buses.

Like usually as a single, Saturday is time for fixing all “personal” things, like facial, laundry, meet colleage, shopping, etc. And this morning my plan is visiting the dermatologist. Okay, finally I took economy bus and arived at the hostipal on time.

In the hospital, also funny thing happened. There is a toilet near dermatologist room, but the sign is only for the ladies. Then, some guys confused about the toilet and searching where is the man room (no man room!!). But, there was a man who used the lady’s room and looked innocent. How come???

Other thing about city is mal as one of “tourism resort” for the mass. All people come there on the holiday, just for having lunch or looking around without buying anything, or as a place for family to spend the spare time. In my home town, mal just a place for buying things, and not for the pleasure. They are gonna spend the holiday with family at home, mother cook special meals, visiting grand ma/pa, going to the beach or the zoo or the art festival…

To adjust myself, I always trying to see the benefit of things, like when the mal as the mass destination then there always beneficial things for the people (incld. great sale), and mostly I got good things but cheap ^__^ (but still, good things come for the experienced lucky person 🙂 ). Today I got suit for my nephew and 5 unique colorful ceramic mug.

Saturday looks great if I enjoy it, single and creative are very nice, and long distance relationship just one way to make me grow up. Happy Saturday for all, and especially for the beloved one (mr. JD) 🙂

-putu-

Read Full Post »

Older Posts »