Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘MyLife’ Category

Setelah nyruput kopi, ada seorang teman datang utk minta kopi bubuk. Aku kasi kaleng artcofie yang berisi kopi mutiara. Trus dia bertanya “ada gula gak mbok, sekalian aku minta”. Aku menggeleng, dan dia teriak “SELAMA INI TIDAK PERNAH PAKAI GULA??? PAHIT BANGET DONG… 🤕”

Ketika ku lanjutkan minum kopi, ku rasa2… hmmm… betul sih pahit, namun manis. Hmmm… 🙂😊

Menikmati makanan yang pahit dan alami merupakan salah satu proses pembelajaran dalam hidupku; yang ternyata tanpa kusadari aku semakin menjadi sosok yang mirip kedua orang tuaku.

Satu per satu akhirnya aku “lulus”, yaitu:

  1. Makan wortel mentah
  2. Makan tomat mentah
  3. Minum teh hijau tanpa gula
  4. Minum kopi hitam espreso tanpa gula
  5. Mengunyah beberapa jenis sayuran mentah
  6. Makan rebus2an tanpa bumbu yang berarti
  7. Makan nasi sama garam saja

Untuk tahap awal, memang semua makanan dan minuman itu terasa aneh. Namun setelah pelan2 merasakannya, at the end rasa yang tertinggal sangat nikmat dan sehat.

Suatu hari orang Jepang berbagi mengenai filosofi teh hijau ke aku, dan ternyata sarat makna kehidupan. Tak heran tradisi minum teh disana menjadi sangat penting.

Dalam pahitnya rasa teh hijau, ada inti rasa manis di dalamnya… sama seperti kehidupan.

Mengetahui hal itu, faktanya aku semakin menikmati teh hijau dan kopi pahit 🙂

Salam kopi dan teh pahit 🍵☕

♡putu♡

Advertisements

Read Full Post »

being an adult

Couple of months ago Bli Mangku was telling me if I was getting more introvert. Yes, basically I am introvert; and since kid I learn to survive in this “vulgar” world.

When become an adult, finally I faced a moment when I don’t have someone to talk about life. Not because I am alone in term of physical, but there is a moment when I cannot speak about life to anyone.

When I was kid, I saw my grandma and my mom sat alone and kept silence. I asked her to talk, but there was not even a word came out. They only smile and kept silence. Then one another day I asked my mom about that moment. She said “when you are being an adult, then you will understand”.

Now I am an adult and I am facing that moment. I don’t want to talk to every body, but at the same time I want to talk to someone but the one not in here. Finally I just silence and keep silence.

I think, another clue to survive this world is ability to talk only to my inner-self; because there is no one I can talk with.

Life is beautiful, just only when I can see the beauty on it. And it will happen when I can survive this life, beautifully.

Being an adult is a journey that I have to face; and I am going to make it beautiful because I am the actress of my life. I’m gonna share my best for my own life. That how I share my gratitude to the universe.

Screen-Shot-2015-09-24-at-5.24.06-PM-2

♥putu♥

 

Read Full Post »

Kisahku: 22 Mei 2019

Saat ini ku duduk menuliskan kisah sembari menunggu air panas mendidih guna menyeduh Jahe Merah karya anak bangsa binaan salah satu BUMN di negeri tercinta ini.

Hari ini tgl 22 Mei dan kehidupanku dimulai tepat pukul 01.07 WIB tatkala seorang sahabat minta opiniku mengenai jadwal kerja akibat dampak demo dan perusakan barikade di depan Bawaslu. Dia share sebuah video tentang masa yg mengamuk di tengah malamnya kawasan Sarinah Thamrin. Wow… kurang kerjaan…mending tidur drpd ngamuk ngamuk, pikirku.

Ku berupaya tidur kembali, namun pikiranku melayang pada semua teori dan film konspirasi yang pernah kubaca/kutonton; mulai dari kisah pikachu hingga narcos. Pikiran melayang menerawang keberadaan Bli Mangku… sembari berdoa: semoga Bli nya aman dan sehat. Alhasil, ku pun tidak bisa tidur hingga saat ini, namun kantuk tak kunjung menghampiri juga. Ibu dan kakakku bolak balik menelpon guna memastikan keamananku. Ku menyahut: tenang, saya aman!

Hari ini ada banyak sekali demonstrasi dengan tujuan menolak hasil pemilu yang sudah diputuskan. Pendapatku perihal ini: aneh.!.

Kenapa aneh? Karena cara2nya tidak mendidik.

Aku mulai berimajinasi: what if aku polos banget meniru cara demonstran dalam menyampaikan opini, misalkan di ruang rapat aku berdebat dan tidak terima akan keputusan risk committee. Maka hasilnya adalah itu kursi ruang rapat bisa terlempar kemana-mana dan gelas aqua bisa beterbangan untuk nimpukin peserta rapat; trus aku dengan semangat mengatakan bahwa seisi forum salah karena tidak sesuai dg pemikiran dan pendapatku.

😁🤓🤕😴🤔 aku mentertawakan diri sendiri sekarang… krn jika aku demikian maka sudah pasti leluhurku bakal hadir semua dalam mimpiku dan noel noel kepalaku ampe peyang.

Back to kisah hari ini.

Suasana kota Jakarta memang terlihat mencekam di TV. Faktanya, itu hanya mencekam di lokasi tertentu saja spt di sekitar gedung Bawaslu, gedung KPU, daerah Petamburan, Slipi, dan Tanah Abang. Yang aku gak paham, ngapain buat rusuh di Petamburan ya… apa hubungannya dengan KPU. Tapi ya sudah lah yaw… namanya jg buat keributan 🤭

Perkantoran dan pertokoan di area tersebut mostly kerja sampai lunch time karena di sore hari ada demo lagi. Kali ini demo damai. Ku baca di berita, TNI/POLRI berbuka puasa bersama di tengah jalan raya bersama demonstran. TNI dan POLRI berbagi.

Selanjutnya di lingkungan kerjaku, hmmm…. aman, malah adem karena jalanan sepi dan kadar karbon menurun. Banyak perusahaan, khususnya perusahaan asing, yg meliburkan pegawainya sehingga volume manusia yang beredar di sekitar segitiga emas Jakarta berkurang. Nuansa lingkungan menurutku aman. Namun Bli Mangku terus mengingatkan: TETEP HATI-HATI!!! 🤨

O ya, sempat aku cemas mengenai dagang cireng favoritku. Jangan sampai dia tidak jualan gara-gara demo. Eh pas lunch time, dia dengan antengnya duduk menunggu pembeli. Yeayyyy…. alhasil beli cireng 25 ribu isi 15 biji 😋🥰🤓😀🥳🌞

Trus… tatkala pemerintah jamming signal, frankly aku merasa hidup lebih nyaman karena sejak dini hari aku pusing juga tatkala semua group WA sudah tang ting tung sharing foto dan video terkait kerusuhan; termasuk gosip melebar hingga ke pertanyaan “kamu sipit, indonesia bukan? ” 😝

Ketika jam menunjukan jam pulang kantor, aku pun memastikan semua tim bersiap pulang. Disposisiku: upayakan sholat maghrib di rumah masing-masing. Trus, aku sendiri pun pulang dengan berjalan kaki. Hmm… jalan Gatot Subroto lengang, pekerja trotoar fokus pasang ubin, aku merasa nyaman, dan terasa aman aja. Sampai di rumah, perasaan aman dan nyaman tetap terasa.

Aku tahu ada masyarakat yang berupaya anarkis, namun deep inside my heart: aku merasa masih ada niat baik dan kesungguhan pada lebih dari 75% masy Indonesia untuk menjaga negeri ini, menjaga keamanan negeri, menjaga diri mereka sendiri agar bisa hidup lebih baik, dan menjaga Pancasila dengan segenap jiwa raganya.

Hari ini di kampung termasuk hari yang suci, yaitu upacara pembersihan di pura keluarga besar (Pura Padang Likit). Jadi, ku pun menjalankan tugasku yaitu berdoa pada-Nya, sekaligus mohon kedamaian untuk negeri Indonesia 🙏

Sekarang, air sudah mendidih dan jahe siap diseduh. Kurma enak pun siap menemani 😊

Setiap hari di kota ini memunculkan teka-teki dan misteri. Mungkin hal itu yang menjadi daya tarik Jakarta, sehingga semua orang berbondong-bondong datang kesini.

Menyikapi situasi saat ini… sebagai masy biasa: khawatir boleh, namun kemampuan mengelola kekhawatiran yang lebih dibutuhkan, sehingga tetap bisa fokus bekerja dan berbuat kebajikan.

Semoga Tuhan senantiasa melindungi umatnya, dan menjaga umatNya agar selalu berpikir-berkata-berbuat yang benar.

Harenam Harenam Harenam 🙏🙏

♡putu♡

Read Full Post »

Never afraid of dreaming

Dreaming, build dreams, survive to fulfill the dreams… such a very lovely words in my mind since I could remember. I think I was born in this world because purposes, a purpose at least. Then, I’ve been thinking hard: what is the purpose of my existence?

No body could give me proper answer, then I decided to free my soul and mind to develop dreams – as far as it could take. One day, I looked into the sky and I talked to the stars and start develop my dreams. Big dreams (based on my definition).

When I was a child, I argued and convinced people around me to support me to achieve my dream (aspiration); fortunately they gave their full supports. But now, when I become an adult, when I have to live alone; there was moment when I think I could bring other people fulfilling my dream. Unfortunately they can’t make it. They just can not make it. I was confused and re-think about my dream, whether it was out of sense or not.

Then, it all good experiences for me. I know that every human being has their own dream and I cannot just ASK them to join me; I need to share the common benefit at least. In fact, all those experiences brought bad impact to me for a while, I was afraid building dreams (again).

I’ve thinking a lot, fortunately I love to think (a lot). I found something in my night dream… I found something in my meditation… I found something when I talked to the wind… they told me to “NOT AFRAID OF DREAMING”. Finally, right now, I’m gonna keep writing my dreams…. and grateful for whatever the achievement status.

Dreams make me alive and keep me focus on things; that’s why developing “a proper dreams” become very essential. Based on my experience, it would be perfect if I build my dreams after some series of meditation; after I talk to myself and see the true of me.

I wanna live my life, wish a better happy life. But again, I only could live this life… but still I could dreams… and wish my dreams come true.

-putu-

Read Full Post »

dreaming Ladakh

Build dreams… is one of my hobbies and since years ago I was dreaming to visit Ladakh. Why Ladakh?

I see Ladakh as a mysterious place and very unique. Besides, it would tells me a lot about “the north life” and the way they’re living this world.

Some people said: it is too far from Indonesia and too dangerous.

One day, I’m gonna be there… share my gratitude for the priceless blesses 🙂

-putu-

Read Full Post »

life of an indigo

again, I read an article about indigo… and always end-up with: okay, I will live with this situation.

the article is written at 2010 and very interesting, and I found the point from this is “Self understanding can be enough to save an indigo’s life”.

here are recap of indigo’s traits, at least 15 traits e.g:

  1. feeling like an alien
  2. anger
  3. high self esteem
  4. resistence of authority, structure, and hierarchy
  5. seeing through lies
  6. breaking down structure
  7. radical authenticity
  8. love
  9. depression is common
  10. a sense of mission
  11. power, creativity, and energy
  12. intuition
  13. loners
  14. sensitivity
  15. strong connection with plan and animals; etc

the source is: http://www.sophiagubb.com/how-to-tell-if-you-are-indigo/

living this world is such a challenge and seeing this world like this made me confuse most of the time; till everyone said: you are over thinking!

ya, I am overthink most of the thing, especially those catch my eyes. this way of life somehow “not really good” cause “not common” for most of people; so, no wonder they call me weirdo sometimes 🙂

but again, every body has their own life and purpose of living this world; the point is let’s enjoy this life with our own ways.

-puts-

 

 

Read Full Post »

Teman tuk melangkah :)

Selangkah.. dua langkah… kakiku melangkah di selasar kantor tercinta. Ternyata sudah hampir 9 tahun aku melangkah disitu. Wow.. time gone by so fast! so much memories and achievement. Ya, so much!

Terbersit dalam benak, keren ya diriku ini karena bisa menjalani setiap langkah selama hampir 9 tahun. Jika dipikir-pikir, kesuksesan tersebut dikarenakan banyaknya kisah suka dan duka. Mungkin jika hanya kisah suka atau hanya kisah duka maka aku pasti sudah gagal dengan cepat… hanya keseimbangan yang membuatku survive.

Dalam menjalani setiap langkah, banyak teman yang menyertai: baik yang berwujud maupun tidak; baik yang hidup maupun tidak; baik berupa manusia maupun tidak. Diriku ditemani 2 benda yang membuatku selalu bersemangat, yaitu cincin kayu dan benang panca datu yang khas. Kenapa khas? karena tidak ada yang jual dipasar… keduanya khusus dibuat untuk diriku. Dengan demikian, it’s very personal and tak terhingga harganya. Thank you!

Keduanya sangat sederhana, namun selalu indah dan nyaman ketika kukenakan… banyak orang menggunakan beragam perhiasan yang berkilauan; namun bagiku, most of my time dalam semua events: kedua benda itulah yang selalu menemaniku karena keduanya tak tergantikan; jikalaupun aku menggunakan perhiasan lain maka mereka adalah pelengkap and I also really appreciate them 🙂

Mengingat setiap langkah dan setiap entitas yang menyertai adalah sebuah kewajiban yang merupakan bagian dari rasa syukur dan cara menumbuhkan kesadaran bahwa aku tidak bisa hidup sendiri. Memang aku lahir dan mati sendiri… namun mereka semua adalah entitas yang menolongku selama menjalankan tugas kehidupan dan melangkah hingga nanti masanya tiba aku siap mati sendiri.

Terima kasih for the best gifts ever…

My gratitude for you Wie…. I really love it and it’ll always be part of my life 🙂

-puts-

Read Full Post »

Older Posts »