Archive for April, 2020

Keep your dream high ðŸ‘

Recently, so many clues appeared and it was telling me to keep my dream high. For a “dreamer”, dream is an important thing (for sure 🤭).

As a dreamer, writing all dreams and put effort to make it true seems become a routine ~ daily meaningful routine.

I’d like to share one of my dream: work from home. Today it already came true (almost 6 weeks). Couple of months ago, my dream sounds impossible. But in fact, it came true.

Certainly I still have some other dreams right now. Might be it also sounds impossible… or some people might say so difficult… but still I put effort for that dreams, when the time is come… it will happen perfectly. Harenam Harenam Harenam 🙏

To me, Universe is always listening everyone’s dreams and when it meet the right time, it’ll become reality. But also I believe, there’s Universe rules those we need to understand; very well.

So, please keep dreaming… please keep your dream high… put effort for it… pray for it… 🙏🙏


Read Full Post »

Live fully…. 🙂

Setiap melihat foto ini… ku rasa ku makin narsis karena ku rasa diriku bagai inspirasiku.

Masa itu masa ketika kudidaulat jadi panitia seminar atas arahan Pak Ketum PHDI dan mengingat ku hanya seorang diri perempuan dalam kepanitiaan maka ku pun juga bertanggungjawab tuk konsumsi, guna membahagiakan peserta dan seluruh tim seksi pendukung.

Dalam praktek, ku dibantu sekelompok Ibu-Ibu “Pensiunan” KEREN. Merekalah yang ada di foto. Mereka seperti ibuk ku, dan ku lihat diriku mirip seperti mereka 30 tahun lagi ~ cantik, profesional, aktif, dan rajin berbagi.

Di akhir acara, ku pun berfoto dengan Ida Pandita dan Beliau dengan baik hati bersedia berfoto di antara kami. Ku pun tetiba merasa hidupku lengkap, penuh dengan inspirasi ~~ cantik, profesional, aktif, rajin berbagi, dan mengayomi secara rohani

Hmmm…. hmmm….. 30 tahun lagi…. 🥰

Semoga umur panjang kujalani dengan sehat dan penuh kebahagiaan. Semoga foto ini selalu menemani dan menginspirasi.

Harenam Harenam Harenam 🙏😊

Read Full Post »

Belajar “pensiun”

Sepertinya, masa kali ini adalah masa terpanjang saya tinggal di rumah setelah merantau lebih dari 2 dekade. Orang-orang mengatakan bahwa akan ada “new normal” di masa sekarang.

Si adik juga sering berceloteh dengan nada cadel anak-anak: kelamaan kerja di rumah, nanti jadi pensiun 😁🤣😂 (sambil dia mengikik tak henti-henti).

Hmmm…. kalau saya mengartikan, masa ini masa untuk belajar menjadi pensiun.

Menjalani kehidupan rantau, dengan segala suka duka dan keseruan, banyak orang ada kalanya merasa “bingung” atau “khawatir” tatkala dihadapkan pada masa jelang pensiun dari pekerjaan kantor di kota besar. Saya pun pernah merasa demikian. Mungkin juga karena saya pernah bercita tuk pensiun dari dunia kantoran di usia 30 tahun. Namun karena beberapa hal maka masih semangat kerja di kantor hingga kini 👌

Ngomong-ngomong pensiun, apa sih bayangan yang pertama muncul ?

Apakah kehidupan monoton dan gak ada kerjaan dan berakhir dengan bengong dan kebosanan tak berujung?

Hmmm…. menurut saya, bisa jadi bakal lebih sibuk jika pensiun dari kantoran. Tapi sebetulnya tergantung individu masing-masing sih ya… jika banyak hobi dan kesenangan maka setelah pensiun bisa makin super sibuk, namun happy.

Di masa saat ini, ketika tinggal di rumah, selain pekerjaan kantor yang normal rutin dilakukan; sudah muncul pekerjaan-pekerjaan (baca: hobi) rutin yang menjadi kesibukan baru, seperti: setiap pagi bebersih rumah dan merawat tanaman di halaman, memasak untuk lunch and dinner, olah raga rutin, main dengan hewan piaraan, dan berkebun on the weekend.

Kalau aktifitas yang sifatnya adhoc (most likely routine but not on daily basis), selain kerjaan adhoc dari kantoran; juga sudah muncul kesibukan adhoc baru, seperti: mempersiapkan upacara sesuai hari-hari baik yang ada, mengasuh anak-anak, menulis, dan kehidupan sosial masyarakat.

Kalau dikuantifisir… ternyata semua kesibukan “non kantor” tersebut memakan man hour lumayan banyak dan waktu hidup 24 jam sudah teralokasi dengan sempurna.

Jadi, mungkin pensiun dari kantoran tidak terlalu menyeramkan spt yang pernah dibayangkan.

Beberapa kunci yang penting menurut saya:

  1. Belajar mengelola keuangan dengan baik, jangan boros dan gunakan uang seperlunya
  2. Manfaatkan alam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
  3. Investasi yang cocok untuk diri sendiri dan sesuai kemampuan diri sendiri dalam mengelola risiko untuk jangka menengah dan panjang
  4. Rajin berbagi pada lingkungan sesuai relevansinya
  5. Enjoy life and be grateful

Seems like ini rekap hasil work from home selama hampir 1 bulan. Terus semangat work from anywhere and stay productive 🙏👍


Read Full Post »

The Night Knight still on – Online Form

When I work from home, I need some times to adjust myself with the situation and how I’m working with all stuffs. After one week plus, I start to enjoy the nuanse on working from my “real home”. I call it real home because this is the first time I work from my home. Usually I work from many places, but not from my home (real home). My real home is only for lesure 🙂

Right now, I work late cause I wanna join online class from one of my favorite Professor in Michigan Ross – Scott DeReu. He was sharing about how to communicate in crisis time; especially how to deal with stakeholder’s needs. Then, this week and the next week gonna back to normal…. Night Knight mode = ON.

Work from home is actually about habit and how fast we can adjust ourselves to do things “alone”. Also, how we encourage ourselves to communicate to others when we faced problems. Then, how we can trust others in term of “their capabilities to make things done by themselves”. The point: how to communicate and deal with stakeholders.

Now, it is 11.01 pm Western Time Indonesia, and 12.04 am Central Time Indonesia.

Night Knight need some rest cause next morning must catch up with things.

Have good night 🙂



Read Full Post »