Feeds:
Posts
Comments

Archive for November 8th, 2019

Tetiba melihat hal ringan tapi menggelitik, yaitu sebuah potongan video yg viral tentang seorang ibu memarahi pacar anaknya. Cowok anaknya itu adalah tukang ojek. Ibunya misuh-misuh gara-gara doi tukang ojek… wis pokoke tukang ojek ndak diterima sebagai calon mantu.

Ternyata itu potongan video clip Denny Caknan = https://youtu.be/GMGorTPd5fg

Hehehehehehe πŸ˜πŸ˜€

Namun yg membuatku tergelitik adalah…. what is wrong dengan profesi tukang ojek? Apakah yang dipermasalahkan dari konteks penghasilan, ketidakstabilan, atau malah ada analisa jauh hingga merambat ke ranah behaviour manusia.

Jika semua hal tersebut dipermasalahkan maka semua manusia dengan apapun profesinya akan memiliki kemungkinan menjadi sebuaah persoalan.

Pernah suatu masa aku bertanya pada bapakku: Pa, ingin mantu seperti apa?

Jawaban sederhana keluar: orang yang mencintaimu dan cocok dengan dirimu.

That’s it. πŸ˜€β˜ΊοΈπŸ˜

Bapakku sangat paham diriku dan dengan didikan Beliau aku akhirnya merasa tergelitik dengan kisah di video clip tsb.

Masanya sudah tiba dimana kita perlu memandang sesuatu di ranah yang lebih fundamental. Fundamental dalam konteks berkelanjutan dan sifatnya memang mendasar. Dengan demikian, hal2 yg bersifat material akan dapat dicerna dengan lebih mudah, tanpa harus memunculkan konflik.

Ketika diajarkan hal2 yg lebih mendasar, contoh: tujuan dilahirkan, atau pemahaman bahwa lahir dan mati sendiri, atau menjadi sosok mandiri adalah wajib…. maka ketika aku memutuskan memilih seseorang maka aku merasa sangat perlu melihat seseorang secara komprehensif (duniawi dan rohani). Jika rohaninya kaya, meski secara duniawi terlihat biasa saja… maka keputusanku sendiri yang akhirnya kuambil setelah merenungkan semua aspek. Perihal konsekuensi, itu sudah sewajibnya aku jalani.

Jadi…. meski lagunya Denny terdengar ringan, namun sesungguhnya banyak hal yg perlu disimak dan dijadikan pelajaran/renungan.

β™‘putuβ™‘

Read Full Post »