Feeds:
Posts
Comments

Archive for June, 2018

The good quotes

Today, i found these lovely quote which makes me feel calm and i think this is lovely, also so true πŸ™‚

Here they are:

-putu-

Advertisements

Read Full Post »

At the end: I love you

There was a moment when I said: I love you; then you kissed me in return.

There was a moment when I said: I couldn’t face the reality anymore; then you hold me tight still

There was a moment when I build dream: living with you till my last breath; then you shared your dream as well

There was a moment when I asked: when we will fulfill our dream; then you tried so much to made it true

There was a moment when I cried: this is not what we expected; then you shared about everything…and still you said: I love you

There was a moment when I said: I thought this is enough; then you hold me still harder

There was a moment when I realized: you are the light that I don’t wanna dimmed, you are the light-worker and the beautiful soul that I wanna see to smile

At the end: I love you, as always. I love you with nothing in return. I love you because I love myself too. I love you because you are part of me.

Light… please stay lit for this world… this might be hard but it will always worth. Please stay alive wie….. I love you and I’ll always be here, as always ❀❀

-putu- 

(Hari Raya Purnama, 28 June 2018)

Read Full Post »

Today’s cooking

I like to cook and today, this is my breakfast: corn soup + egg + vegetables.. plus balinese coffee πŸ‘πŸ˜ŠπŸ˜Š

The taste is lovely… wie, ngajeng yuk agar sehat.

Read Full Post »

A poetry = dead light

I found this and i feel this is so lovely and deep.

Read Full Post »

ku ingin spt nenek-ku

di awal, aku tidak tahu harus memberi judul apa untuk tulisan kali ini, ku hanya terinspirasi oleh kisah nenek-ku; wanita-wanita setia yang tangguh.

aku sedari kecil diasuh oleh nenek, nenek dari bapak maupun dari ibu. Mereka berdua adalah janda beranak banyak. Kakekku dua-duanya meninggal muda tatkala anak-anaknya masih belia dan balita dan masih dalam kandungan. Alhasil nenekku harus berjuang menghidupi seluruh anak-anaknya tanpa berkenan untuk menikah lagi.

saat merenung ketika aku SD, kenapa nenek ndak mau menikah lagi? kan ada temennya untuk menjalani kehidupan yang “aneh dan ajaib” ini. Mereka menjawab dengan diam dan senyum dan mata yang menerawang.

runut dan terus kurunut, ternyata kedua nenekku itu teramat sangat mencintai kakek-kakekku; dan janji setia itu selalu mereka pegang hingga akhir hayat mereka (nenek dari bapak meninggal di usia 100 tahun lebih, dan nenek dari ibu meninggal sekitar usia 85 tahun). Mungkin hal inilah yang juga membuatku ingin menempuh jalan hidup spt mereka; terlepas dari unsur genetik karakter yang mereka turunkan kepadaku.

terus, bagaimana cara mereka menjalani kehidupan sepanjang itu? (kira-kira kakekku meninggal tatkala nenek-nenekku berusia 30-an tahun. jadi hampir 50 -70 tahun mereka hidup sendiri)

salah satu cara mereka: fokus pada goal yang mereka susun dan bekerja keras. Ya, nenek-nenekku terkenal sebagai wanita yang memiliki kuasa baik secara spiritual maupun material.

setelah kujalani kehidupan ini selama 35.5 tahun, aku menemukan bahwa “bekerja” adalah salah satu cara untuk menjalani kehidupan ini dengan lebih bermakna. Aku merasa, kebetulan juga gen-nya nenek-nenekku menurun banyak ke diriku, sehingga sejak kecil aku terbiasa bekerja dan menikmati setiap pekerjaan yang aku ambil.

kali ini, sore ini… aku kembali membuat atau memfokuskan resolusi. Sepuluh tahun silam, aku membuat resolusi untuk menemukan seseorang yang mencintaiku apa adanya dan bekerja as best as I could to build a happy family with him. After 10 years, status per this week: saya berhasil menemukannya dan menjalani kehidupan bersama for more than 9 years, namun sptnya kami belum bisa membangun keluarga seperti cita2 terdahulu.

seperti nenek ku, I keep all those memories and I’m starting to focus on my other resolution: bekerja dan berbagi as best as I could

asumsikan saja Tuhan berbaik hati memberi ku umur hingga 80-an tahun, maka ku akan menjalani semua ini only for 45 years (masih jauh lebih sedikit daripada nenek-nenek ku tersebut). so, I believe I could make it… unless universe tells me a different perspective.

okay, back to work for now (krn masih di kantor finishing pending matters)… may Krsna bless me… also all of my ancestors. my biggest gratitude for You and I do apologize for every single thing I’ve been through.

-putu-

ibu2

Read Full Post »

It just my dream and goal

One day, I woke up from my meditation and I wrote a dream and goal, just simple dream: I’ll be always here for him and support him to be a better one.

There were stories in between and so much laughs and tears… promises and commitments. Till one another day I told him that I were here because of my dream and based on the current situation I thought my dream came true already. Then he said: no, you are not… not yet.

Then I re-read my dream for many times and focus on word “always”; then reviewing all things, then I took long deep breaths and talked to myself: life one more challenge you, just be brave and stay true.

Promises and commitments are matters those tied us along these years. We build it based on so much life-time reviews. That makes all of it become so important and fundamental to us. However, when thing out of track and we’re losing control, then it seems as betrayal and hurt us both. 

Capability to communicate from heart to heart is one of our strengths which fortunately make us stay focus and re-think also discuss about everything. We just don’t know what is gonna happen in the future, we just wanna leave it to the universe cause He knows the right one.

May God willing to share His blessing to us and protect us all. Harenam πŸ™

-putu-

Read Full Post »

balada mudik lebaran

kali ini aku merayakan kisah mudik pas libur lebaran dan tentunya sangat memaksimalkan libur lebaran terpanjang yang pernah dialami, yaitu total 12 hari (incl. weekend). Aku balik ke Jakarta hari ini tgl 20 Juni 2018 karena esok sudah kerja dan banyak hajatan menanti, dan sepanjang mata memandang di ruang tunggu… manusia bertebaran layaknya pengungsi suriah hehehehe. Kursi semua penuh, resto2 mahal pun penuh, alhasil semua lesehan di depan gate (termasuk diriku). Ku nikmati kisah malam ini, termasuk kisah delay selama 2 jam 15 menit. Ku duduk mojok di bawah taman layaknya masa-masa kuliah di kampus UPH tercinta dulu, sembari pegang laptop tuk oprek kerjaan dan akhirnya mumet dan end-up nulis blog πŸ˜€

Memang lebaran kali ini sepertinya sangat digemari oleh masyarakat sebagai momen berlibur sehingga mereka memboyong keluarga mereka semua ke pulau dewata; mulai dari nenek kakek hingga cucu cicit bayi. Kemeriahan dan keceriaan mereka pun akhirnya meredam rasa kantuk ku sehingga lumayan juga untuk dijadikan bahan cerita.

Di sampingku, ibu-ibu dan anaknya sudah tidur2an di lantai; dan sang ayah mondar-mandir karena lelah duduk, juga lelah main kartu, termasuk lelah guyonan bersama keluarganya. Yang rada aneh, dari semua masyarakan yang aku lihat disini…. terlihat cuman diriku yang pegang laptop dan sangat aktif menulis ^_!`

Jika melihat situasi seperti ini, kadang ku merenung…koq seperti statisun kereta di Shinjuku rasanya (manusia udek-udek dengan nuansa serba modern dan bersih). Trus aku merenung lagi: di sebelah mana seni dan indahnya Bali ya… mungkin saking indahnya kali ya shg menjadi seperti ini wkwkwkwkwk.

But as Balinese, I always grateful for all these: people visit and enjoy Bali so they happy and share to the world about the beauty of Bali. I wish, we all can keep all these beauty.

by the way, mata mulai merem2 dan ngantuk jadinya, ide jadi makin berkurang tuk nulis2 he he he πŸ™‚

WIN_20180620_21_02_45_Pro

Read Full Post »

Older Posts »