Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2018

pelajaran siang ini: jangan rendah diri

Hello again…. siang ini acaranya adalah hangout with multi-specialist friends; artinya kongkow sama temen-temen dari divisi lain dengan fungsi yang beragam (totally different with me). Refreshing and new thing to learn in fact. Juga termasuk di-dalam-nya cerita kisah suka duka masing-masing.

Akhirnya saya menemukan beberapa titik dimana kita memiliki “duka” yang mirip; malah sepertinya mereka lebih parah… so, I told myself: okay then…. again and again bersyukur…

Memang beberapa kali ketika berkumpul dengan para orang keren bin hebat, ada masa saya merasa rendah diri at certain points; namun mungkin point-point tersebut yang oleh para psikolog disebut “room for improvement“. So, intinya adalah ndak boleh ada istilah rendah diri berkelanjutan; yang ada hanyalah:

  • Memahami diri sendiri
  • Menyadari kekurangan
  • Belajar terus untuk memperbaiki diri
  • Mengimplementasikan hasil belajar
  • Bersyukur atas setiap hasil yang diperoleh

that’s it I think.

ok then… back to work and happy Friday…. 🙂

-putu-

 

Advertisements

Read Full Post »

pelajaran siang ini: SABAR

Hari ini cuaca pagi2 sudah hujan lebat dan suhu sangat dingin sehingga kantor serasa puncak gunung Batukaru. Selanjutnya kisah SABAR bin SABAR dimulai tatkala:

1. Lapar sebelum jam makan siang

Sesuai resolusi yang saya buat, di tahun 2018 ini kembali hidup sehat dengan lebih menjaga pola makan sehingga ngemil dan junk food harus sangat dikurangi dan makan on-time. Nah, hal inilah yang membuat saya harus bersabar menunggu jam 12.00 yaitu jam istirahat

2. Nunggu lift

Setelah jam menunjukan mengarah pukul 12, saya pun bergegas menuju lift dan seperti biasa nuansa istirahat, pasti lift penuh. SABAR terus menunggu karena saya pakai high-heels sehingga serem aje turun tangga 90 biji anak tangga (ngeles euy). Alhasil terbukalah lift dan untung saya masih muat di sela-sela padatnya isi lift. SABAR.

3. Naik bus SCBD

Saya tipe orang yang senang jalan kaki, so biasanya ke Pacific Place selalu jalan kaki. Namun kali ini naik bus SCBD saja karena pas saya lewat busnya datang. Hup hup… naiklah saya dan duduk di kursi yang nyaman. Tiba-tiba di tengah perjalanan adalah dua orang security naik bawa bungkusan besar… dan salah satu securitynya endut. Awalnya mereka berdiri namun bbrp saat kemudian mereka memutuskan duduk. Hup hup tetiba yang endut duduk di sebelah kanan saya, dan kebetulan pula di sebelah kiri saya duduk mbak yang endut juga. SABAR…. kegencet diantara big size

4. Naik escalator menuju lt.5 Pacific Place (PP)

Selayaknya tanggal baru gajian, itu PP mulai kaya semut… semua pada makan disana. SABAR…. naik escalator kaya jalan penyu euy… perut lapar nih…. akhirnya saya  pun tiba mendarat di Panscious dengan selamat dan mendapat kursi diantara 2 kelompok orang yang sedang berbincang heboh.

5. Pesan menu

Balada duduk sendiri di antara dua kelompok heboh adalah… pelayan gak ngeh ada manusia saya disana yang sibuk angkat tangan manggil pelayan. SABAR…. akhirnya barista yang manggilin pelayan untuk ngurusin saya; untung duduknya depan barista.

6. Nunggu pesanan datang

Ketika mbak pelayan menuliskan pesanan saya, dia bilang: tunggu 20 menit maks 30 menit ya Bu. Saya nyaut dengan cooperative: iya mbak 🙂

Terus…. 20 menit berlalu, 30 menit berlalu… makanan pun tak datang. SABAR…. dengan sabar menanyakan pesanan ke mbak pelayan, dan dia nyaut: sebentar ya Bu saya cek. Trus 5 menit berlalu…. tak ada kabar… 10 menit berlalu dan akhirnya saya memanggil-manggil pelayan yang lain secara perut keroncongan dan otak mulai gak waras. Sang pelayan pun bingung dan buru-buru… dan akhirnya makanan pun dating pada pukul 12.56 WIB. wowwwwooooowwww SABAR SABAR SABAR…. akhirnya saya pun berusaha relaks dan menikmati spageti mushroom yang masih panas itu. Artinya baru dibuat wowwiiiiiiiii…. SABAR SABAR SABAR

7. Turun escalator

Kembali harus relaks karena banyak manusia yang usai makan dan semua jalan santai

8. Belanja di Yves Rocher

Bulan ini saya ulang tahun dan banyak dapat diskon; termasuk di Yves Rocher. Lumayan lah saya beli micellar water dengan diskon dan point… ya sisanya bayar cuman 35 ribu perak. Namun ke-SABAR-an tertantang tatkala saya bingung lihat SPG-nya dan kalau racist saya kumat nih maka mungkin langsung nyablak: dandan boleh se-elok mungkin tapi boleh gak otak nya juga didandanin agar elok juga. So lemot…. suka bingung sendiri… suka bengong sendiri lihat layar kasir… suka mengulang-ulang pertanyaan…. SABAR SABAR… mungkin dia baru dan belum terlatih; khususnya belum terlatih di dunia dengan level ke-SABAR-an yang tipis

9. Nasib pakai kaca mata

Nah, ketika SABAR menipis…. meski pakai kacamata semahal dan seringan apapun terasa masih mumet dan mengganggu kehidupan. so harus SABAR…. Tarik nafas SABAR….. dan berusaha buka laptop dan menuliskan semua ini… SABAR…. dengerin relaxing piano sambal SABAR…. all is wellll

Seandainya tidak bisa SABAR, mungkin saya udah manyun kemana-mana dan akhirnya ndak enak makan padahal makanannya enak.. trus marah-marah sama pelayan, SPG, supir taxi… trus akhirnya pusing dan sakit sendiri. so, harus selalu SABAR SABAR SABAR.

demikian kisah siang ini…. terimakasih kepada seseorang yang selalu menyuruh saya untuk SABAR SABAR SABAR… wie danu.

-putu-

Read Full Post »

Lawless Alaska

I felt cold in office room then I went out for a while and watched TV, there was a show about Lawless Alaska. The story telling us how people living in Alaska and there is not much rules in there… I think that’s why the show called Lawless Alaska. They live in the middle of virgin forest and it look like sea of forest. People must hunt first for living. Snow everywhere and sun shine is a precious thing in there. Also, they live a dangerous environment cause human must compete with wild creatures.

At the moment, I felt different suddenly: I feel grateful living here… even here are so much rules; but still better than Alaska. Now, if I’m hungry then I can buy meals within 10 minutes or less; also I can do office work accompanying by lovely piano sounds; I can travel easyly, then I have good channel network so I can use internet OR make phone call OR send email OR write in wordpress etc. Again, I only can say thank you for the chance living this kind of life.

Some times I asked about the meaning of my existence and why I live this kind of life. There is no such direct answer till now. Till I found that living this life with gratitude is the best way. Whatever happened in my life, I believe it happened by design (not always my design, but from something/someone more powerful than myself).

So, again… I wanna say THANK YOU to you, to all of you… my deepest gratitude for the holy soul 🙂

-putu-

Read Full Post »

piano & I

My way to remember you… …

I miss you…

Read Full Post »

Happy birthday… 24-01-2018

Every year on this day we look into ourlife and we realize that God love us so much… We can stay alive till today and smile and sharing and say thank you….

Wie, Happy Birthday… here is my simple gift for you Bli Mangku Danu ♡♡♡ 😚

Read Full Post »

Unity in diversity

Read Full Post »

My gratitude for the holy souls

When I sat in silence and asked myself to stay still and relax and inhale and exhale, then all seemed clear and calming. Then all good things and good experiences appeared which made me smile and share my grateful heart to all those… to all those holy souls whom accompanying me all these years since I was born.

They are holy souls and I feel we meet by purpose and already designed based on our previous karma. We meet to enrich our life and support each other to solve all life’s obstacles… there is no boundary between us cause we are souls and I call the holy souls in this life as family, lover, and quality friends. 

My deepest gratitude for you, the holy souls ☺🤗🙏🙏

-putu-

Read Full Post »