Feeds:
Posts
Comments

Archive for October, 2017

Just feeling

I wanna write something about you but there is no single word could explain this feeling…

There only feeling without word. Feeling and memories about you… and i hope those days become my everyday till my last breath and my last touch to this world

-putu-

Read Full Post »

Book review: Keajaiban Otak Kanan

Akhir-akhir ini bertemu dengan banyak teman yang membahas mengenai “how to live a positive life” dan menurut saya salah satu buku yang wajib dibaca adalah sebuah buku kategori pengobatan yang berjudul Keajaiban Otak Kanan.

Nah, buku ini bicara tentang apakah?

Dalam buku tersebut diceritakan mengenai pengalaman seorang dokter yang berasal dari Jepang, dimana menurut dia penyembuhan atas penyakit tidak selalu monoton dengan obat ala barat; namun juga bisa dengan cara pengobatan timur.

Salah satu caranya adalah dengan memahami fungsi otak itu sendiri karena semua berasal dan dikontrol dari/oleh otak. Ketika kita memahami masing-masing fungsi dan behavior otak (otak kanan dan kiri) maka kita bisa memetakan kehidupan kita dengan lebih baik.

Dalam buku tersebut difokuskan pembahasan mengenai otak kanan yang merupakan tempat tertampungnya memori atas pengalaman hidup kita selama beribu-ribu tahun silam. WOW.!. apabila manusia bisa mengenali, memahami, dan memaksimalkan fungsi otak kanan maka sense akan lebih tajam karena setiap pemikiran yang disampaikan sudah disertai pengalaman atas ribuan tahun masa kehidupan kita.

Secara singkat, dapat saya ringkas beberapa metode untuk memaksimalkan fungsi otak kanan a.l:

  1. Berimajinasi hal-hal positif dan menyenangkan
  2. Meditasi
  3. Peregangan yang mendukung aktifasi otak
  4. Makan yang teratur dan sehat

Detail dari setiap aktifitas tersebut di atas dapat dibaca dalam buku tersebut. Buku available di Gramedia pada kategori Pengobatan. Inget jangan sampai salah kategori hehehe… pengobatan!!

Demikian, semoga dapat membantu…dan mohon maaf saya hanya mengulas sedikit karena apabila saya ulas semua maka nanti tidak ada yang beli bukunya 🙂

So, let us see the world from a better perspective and hopefully we will face a better value of life.

-putu-

 

Read Full Post »

hard life VS beneficial hobby

Akhir-akhir ini banyak sekali orang yang menikah karena memang bulan Oktober ini adalah hari baik utk menjalankan upacara pernikahan. Selanjutnya, banyak terdengar di telinga kalimat “mungkin putu terlalu focus dan menikmati pekerjaan shg belum menyebar undangan pernikahan”.

Hmmm… quite true I thought. I Enjoy my activities. Why? cause what I’m doing right now is something I wanna do and I like to do. One day I’m going to get married for sure 🙂

Perihal “menikmati” aktifitas, kali ini saya ingin mengulasnya dengan lebih detail.

Sebagai gambaran umum, tidak semua orang menikmati aktivitasnya karena mungkin mereka melakukan itu karena sebuah tujuan yg tidak sesuai kata hatinya; namun mau tidak mau mereka memilih untuk melakukan hal tersebut. This I call… a hard life. (no. 1)

Namun untuk melaksanakan apa yang kita senangi dengan tetap berhasil dengan baik maka pasti membutuhkan “hard work” karena sering kali apa yang kita senangi bukanlah hal yang mudah. This I call… living the beneficial hobby (no. 2).

O ya, satu quote yang perlu diingat disini adalah DON’T COMPARE YOUR CHAPTER 1 WITH OTHER PEOPLE’S CHAPTER 20. Analoginya… jangan bandingkan hasil karya dari orang type no. 1 dan no. 2 tersebut di atas.

Mengenai hasil, tetiba saat nyruput sereal aku teringat kisah dua orang dengan type no. 1 dan no. 2 seperti di atas. Ada si A (type no. 1), apabila diberikan new challenge maka akan prefer ke negative lense sehingga hasilnya condong ke “low quality” and “desperation”. Di sisi lain si B (type no. 2), apabila diberikan new difficult challenge maka dia berusaha bertanya dan mencari ide utk solve the issues; alhasil outputnya “everybody happy” dan “outstanding result”.

Selanjutnya, bagaimana caranya agar kita memiliki behavior type no. 2 ??

Dalam kehidupan sering kali kita menemukan banyak hal baru yang jauh berbeda dengan hal yg kita temui saat lahir atau saat dibesarkan oleh Ibu dan Bapak. Oleh karena itu menurutku ada beberapa item yg dapat dilakukan/dipikirkan/direnungkan:

  1. Positive thinking
  2. Bersemangat… sehingga energy positif muncul. Pokoknya Semangat!!
  3. Open minded sehingga ada keinginan utk mempelajari hal baru tsb (kenapa dan bagaimana serta dampak dari peran yg kita berikan). Siapa tahu hal-hal baru tersebut mungkin menjadi hobby kita di masa depan
  4. “Open mouth” untuk rajin diskusi dan bertanya… karena ilmu itu ada dimana-dimana dan kapan saja serta dari siapa saja
  5. “Open heart” sehingga gak gampang desperado dan rendah diri saat orang lain ngajarin kita
  6. “Open eye” dengan rajin membaca sesuai slogan “buku adalah jendela dunia
  7. Belajar melihat sesuatu itu dengan Wajar; contoh: jika kita kerja di tempat A maka sudah sewajarnya kita memberikan yang terbaik untuk perusahaan A. (titik)
  8. Rajin berdoa… karena dengan berdoa dan look inside ourselves maka insight positive akan muncul dan alam bawah sadar akan memberikan gambaran2 optimis dan solusi dari persoalan yg kita hadapi. Universe power.
  9. Belajar bersyukur… karena dengan selalu bersyukur maka kita akan selalu menghargai setiap berkah dan tugas yang dijalani; sehingga otomatis diri kita akan memberikan yang terbaik

Demikian untuk hari ini… tetep semangat and live present. If now I’m OK then my future ok also 🙂

-putu-

Read Full Post »

Life is a miracle — kata orang bijak

Lunch time with good friends and I found that I had spare a good time with a good laugh which enrich my positive energy. But there always “thing” I’ve learned in every single gathering… there is a story; story about life.

Life, Bahasa Indonesia nya sering disebut kehidupan. Bagiku, kehidupan adalah sebuah keajaiban. Ketika itu merupakan sebuah keajaiban… apakah layak kita masih judging people only from a single perspective? I do not think so.

Life…. there is no perfect life.

Kalimat tersebut sering kali dilupakan oleh diriku dan mungkin oleh orang lain… sehingga banyak orang yang berpikir dan menyusun sebuah idealism pribadi atas “hidup orang lain”. Contoh: jika si A selama hidupnya berprestasi maka banyak orang yang mengganggap bahwa si A bisa segala hal dan saat si A membuat sebuat keputusan (yang tidak sesuai dengan idealism orang lain) maka orang lain men-judge si A dan megatakan tidak baik. Padahal selama kesuksesannya tersebut, si A berjuang sendiri dan memutuskan jalan hidupnya sendiri.

Bicara mengenai “baik” dan “tidak baik”; secara hukum alam… itu semua bersifat relative. RELATIVE.

Relative artinya gak ada benar dan salah; tergantung cara lihat dari sudut mana dengan asumsi apa. Mungkin hal ini yang membuat diriku selalu bertanya: kenapa? apa dasar mereka berkata demikian? ooo, itu kan perspective mereka diambil dari angle itu… mungkin kalau dilihat dari sudut yg beda maka maknanya akan berbeda.

So, menurutku melihat, menonton dan mengomentari kehidupan sebuah mahluk hidup adalah prilaku yang wajar dan sah… namun perlu disertai pemikiran yang komprehensif sehingga kita bias menemukan sebuah titik level “kewajaran”.

Then, I think that’s all I’ve learned along the lunch time. Good enough to remind me to stay positive and see things comprehensively.

 

-putu-

Read Full Post »