Feeds:
Posts
Comments

Archive for August, 2017

Sang pendeta di bukit berkabut

Angin sepoi berhembus; sang surya menyeruak; di hamparan bukit berkabut.

Se-sosok indah bersimpuh; menatap cahaya kemilau; dan terpejam matanya; dan membumbung jiwanya… menghadap sang surya.

dia, kemurnian jiwanya; terpancar berbaur dengan cahaya sang surya; membagi kebahagiaan pada alam semesta; burung, kupu kupu, angin… semua menyapanya dg senyum.

dan ku pun terkesiap, saat dia berbalik dan memandangku dg senyum penuh makna

​
-putu-

Read Full Post »

Hari Saraswati, satua dan tutur tua

Ketika menarik nafas pelan utk balancing jiwa dan raga, sumilir angin berbisik dan hati terasa sejuk. Suara air pun terdengar bergemiricik. Terbang pikiran ke alam masa lalu tatkala mbah me-satwa dan selalu bercerita tentang masa lalu dan dunia lain yang kami sebut tutur tua.

Di hari Saraswati, ku duduk bersimpuh melepas derita, berpasrah akan kehendaknya… spt satwa dan tutur tua yg disampaikan mbah waktu ku kanak-kanak. Meditasi pun terpecah ketika ku dengar pe-dharmawacana menyebut kata “kegiatan ekskul kita laksanakan utk menyeimbangkan otak kiri dan kanan anak anak didik kita”. Ok… otak kanan.

Kembali ku terpejam, terngiang lg tutur tua mbah tentang Beliau, tentang alam semesta, tentang makhluk berwujud dan tak berwujud, tentang buta buti, etc… oh, ternyata itulah caranya mbah melatih dan membangkitkan fungsi otak kanan ku; dengan satua dan tutur tua.

Mbah tidak pernah menjelaskan otak kanan dan otak kiri; namun dia hanya tak henti henti nya menyampaikan satua dan tutur tua. Semua itu… yang pada akhirnya aku pahami sebagai bekal utk mempertajam otak kiri dan membangkitkan fungsi otak kanan. Imaginasi, khayalan, kesabaran melihat kenyataan, bayangan berkelebat, visi… semua itu bagian dari latihan utk menumbuhkan fungsi otak kanan.

Secara teori dan penelitian di buku-buku, salah satunya tulisan Dr. Shigeo Haruyama, dengan berfungsinya otak kanan maka fungsi otak menjadi sempurna (mengingat selama ini manusia didominasi otak kiri). Dengan berfungsinya otak kanan secara maksimal maka ingatan masa lalu (sekitar 5 juta tahun ke belakang) akan bisa diingat dan kesadaran/kebijaksanaan menjadi optimal.

Dengan demikian, tepatlah sudah cara mbah mendidikku waktu balita dulu… karena dia tahu saat ku injak kan kaki di bangku sekolah maka otak kiri ku yg akan dikembangkan. 

Terimakasih Mbah…. engkau pasti tersenyum dari alam sana ketika melihatku menulis tentang mu 🙂

Note: satua ~ cerita tentang macem2, banyak yg menyebut dongeng; tutur tua ~ nasihat bijak

​
-putu-

Read Full Post »

Vasudhaiva Kutumbakam

Hari Minggu, tatkala banyak orang menghabiskan waktunya berlari pagi saat car-free-day, kali ini aku memilih untuk bangun pagi dan bergegas menuju Pura Aditya Jaya – Rawamangun. Aku sangat bersemangat karena aku akan mendengarkan ilmu pengetahuan yang aku yakini pasti bermakna utk kehidupan. Ya, betul sekali.

Pada hari Minggu – 13 Agustus lalu, di Pura Aditya Jaya diselenggarakan dharma wacana dengan speaker adalah Prabu Darmayasa. Umat sangat antusias terlihat.. terbukti dari penuhnya area dharma wacana dan banyak yang berdiri karena kekurangan kursi.

Dalam dharma wacana dan diskusi yang berlangsung selama 2 jam, ada banyak sekali yang dibahas; namun aku summary menjadi 11 key point s.b:

  1. Inti dari dharma wacana tersebut membahas konsep Vasudhaiva Kutumbakam. Vaudha = ibu pertiwi, bumi, dunia; Iva = sesungguhnya; Kutumbakam = keluarga besar
  2. Setiap insan harus bisa harmoni di dalam diri, untuk selanjutnya secara otomatis akan harmoni dengan entitas di luar dirinya
  3. Dengan demikian, setiap insan harus membangun kesadaran. Salah satu caranya adalah dengan mengucapkan “OM” sebelum tidur dan pada saat bangun tidur (jangan selalu memburu handphone saat bangun tidur.. 🙂 )
  4. Selain itu, membangun kesadaran juga dilakukan saat makan; istilahnya = me-yadnya pada sang diri. Caranya = saat menyuap makanan lakukan dengan tanpa suara dan ucapkan doa “Om Swaha” setelah menelan makanan (untuk 5 suapan pertama)
  5. Untuk meraih cita-cita yang besar, baik cita-cita duniawi maupun rohani, maka kita harus mantap dari hal-hal yang kecil, seperti aturan makan dan tidur pada point (3) dan (4) di atas
  6. Setiap hari, rajinlah melakukan japa Gayatri Mantram karena itu adalah Maha Mantra. Dengan melakukan japa Gayatri dengan benar maka secara bertahap karma buruk kita akan terkikis (sebagaimana disebutkan dalam kitab suci)
  7. Kebaikan itu tidak perlu ditunda. Jadi, apabila ingin melakukan tindakan mulia maka lakukan sesegera mungkin. Jangan menunda!!
  8. Dalam Maha Upanisad ada disebutkan “Ayam Bandhur – Ayam Neti” yang berarti “ini saya… itu dia…”. Orang yang berpikiran “hitung-hitungan” seperti itu (ini keluarga saya dan itu bukan keluarga saya) maka dia adalah orang yang berpikiran sempit. Jadi, untuk harmoni maka semua harus guyub
  9. Setiap insan harus bertutur kata dan berkomunikasi yang santun agar tercipta harmoni; dimulai dari scope terdekat di keluarga atau persahabatan
  10. Sebagai umat Hindu, harus saling menjaga dan bersatu untuk menjaga keharmonisan; baik keharmonisan internal maupun di ranah Negara
  11. Sebagai manusia ciptaan Tuhan, marilah kita berusaha melakukan yang terbaik dan biarlah Dharma yang menuntun kita

Demikian pemahaman yang saya dapatkan. So…. so… great; powerful reminder 🙂

lovely.!.

-putu-

Read Full Post »

life of an indigo

again, I read an article about indigo… and always end-up with: okay, I will live with this situation.

the article is written at 2010 and very interesting, and I found the point from this is “Self understanding can be enough to save an indigo’s life”.

here are recap of indigo’s traits, at least 15 traits e.g:

  1. feeling like an alien
  2. anger
  3. high self esteem
  4. resistence of authority, structure, and hierarchy
  5. seeing through lies
  6. breaking down structure
  7. radical authenticity
  8. love
  9. depression is common
  10. a sense of mission
  11. power, creativity, and energy
  12. intuition
  13. loners
  14. sensitivity
  15. strong connection with plan and animals; etc

the source is: http://www.sophiagubb.com/how-to-tell-if-you-are-indigo/

living this world is such a challenge and seeing this world like this made me confuse most of the time; till everyone said: you are over thinking!

ya, I am overthink most of the thing, especially those catch my eyes. this way of life somehow “not really good” cause “not common” for most of people; so, no wonder they call me weirdo sometimes 🙂

but again, every body has their own life and purpose of living this world; the point is let’s enjoy this life with our own ways.

-puts-

 

 

Read Full Post »

Teman tuk melangkah :)

Selangkah.. dua langkah… kakiku melangkah di selasar kantor tercinta. Ternyata sudah hampir 9 tahun aku melangkah disitu. Wow.. time gone by so fast! so much memories and achievement. Ya, so much!

Terbersit dalam benak, keren ya diriku ini karena bisa menjalani setiap langkah selama hampir 9 tahun. Jika dipikir-pikir, kesuksesan tersebut dikarenakan banyaknya kisah suka dan duka. Mungkin jika hanya kisah suka atau hanya kisah duka maka aku pasti sudah gagal dengan cepat… hanya keseimbangan yang membuatku survive.

Dalam menjalani setiap langkah, banyak teman yang menyertai: baik yang berwujud maupun tidak; baik yang hidup maupun tidak; baik berupa manusia maupun tidak. Diriku ditemani 2 benda yang membuatku selalu bersemangat, yaitu cincin kayu dan benang panca datu yang khas. Kenapa khas? karena tidak ada yang jual dipasar… keduanya khusus dibuat untuk diriku. Dengan demikian, it’s very personal and tak terhingga harganya. Thank you!

Keduanya sangat sederhana, namun selalu indah dan nyaman ketika kukenakan… banyak orang menggunakan beragam perhiasan yang berkilauan; namun bagiku, most of my time dalam semua events: kedua benda itulah yang selalu menemaniku karena keduanya tak tergantikan; jikalaupun aku menggunakan perhiasan lain maka mereka adalah pelengkap and I also really appreciate them 🙂

Mengingat setiap langkah dan setiap entitas yang menyertai adalah sebuah kewajiban yang merupakan bagian dari rasa syukur dan cara menumbuhkan kesadaran bahwa aku tidak bisa hidup sendiri. Memang aku lahir dan mati sendiri… namun mereka semua adalah entitas yang menolongku selama menjalankan tugas kehidupan dan melangkah hingga nanti masanya tiba aku siap mati sendiri.

Terima kasih for the best gifts ever…

My gratitude for you Wie…. I really love it and it’ll always be part of my life 🙂

-puts-

Read Full Post »

Hari ini seorang sahabat menyampaikan request agar saya menulis mengenai “bagaimana mengelola keuangan pribadi dengan tetap melaksanakan tugas-tugas keagamaan”. Saya pun berpikir bahwa ini tema yang menarik, mengingat banyak orang yang sering bingung mengelola keuangan; apalagi dihadapkan pada kebutuhan keagamaan yang relative banyak juga.

So, here are some of my views dalam mengelola keuangan pribadi, semoga bisa memberikan ide bagi para pembaca:

  1. Membuat balance sheet keuangan pribadi. Untuk tahap awal, buat saja yang sederhana seperti berapa besar (a) gaji rutin setiap bulan (b) pengeluaran rutin bulanan (c) tabungan atau investasi bulanan (d) perkiraan keperluan adhoc bulanan spt biaya untuk odalan atau galungan atau nyepi (termasuk slot untuk dana punia). Secara teori umum, skema yang wajar adalah pengeluaran itu 30% dari pendapatan, tabungan atau investasi sebesar 30%, dan sisanya untuk adhoc
  2. Biasakan berpikir detail. Ketika bicara uang dan angka, tidak bisa dipungkiri harus berpikir detail sehingga skema pendapatan dan pengeluaran tetap bisa terjaga. Jadi, rajin-rajinlah melakukan review atas balance sheet di point (1). Sering kali kita harus merenung mengenai potensi pengeluaran sebulan kedepan bahkan tiga bulan kedepan. Istilah jaman sekarang adalah smart spending. Sebagai bayangan, saya selalu melakukan review 2 kali dalam sebulan, yaitu setiap tgl 27 (setelah gajian) dan tgl 10 (setengah perjalanan dari hari kerja menuju tanggal gajian berikutnya). Dengan demikian, apabila kita boros di 15 hari kerja pertama, maka kita harus sedikit mengencangkan ikat pinggang di 15 hari kerja berikutnya
  3. Santai. Hidup fleksibel dan apa adanya ternyata sangat mendukung kesuksesan pengelolaan keuangan. Jadi, jangan pernah terpaku hanya pada satu solusi yang membebani keuangan; namun biasakan selalu mencari alternative. Contoh: untuk ke pura biasanya naik taxi dengan ongkos PP (Sudirman – Rawamangun) bisa 100 ribu, namun dengan naik trans Jakarta maka bisa hanya 7 ribu. Contoh lain misalkan minum kopi, apabila biasanya beli kopi segelas di starbuck seharga 50 ribu, akan lebih murah jika beli kopi bubuk atau kopi sachet starbuck dan kemudian seduh sendiri
  4. Cerdas dalam memilih barang dan menggunakan produk Bank atau financial institution lainnya. Jangan lekas tergoda promosi yang menjerumuskan kita pada cicilan yang mungkin bisa mengganggu balance sheet. Pilihlah barang yang benar-benar dibutuhkan, dan cari toko yang menyediakan promo, termasuk promo dari Bank tertentu apabila menggunakan kartu kredit yang mereka terbitkan. Contoh: apabila anda penggemar sepatu Clarks, saat ini di Pacific Place – SCBD disediakan khusus Clarks store untuk barang diskon; plus banyak program cicilan dari Bank ternama. Selanjutnya, saat ini Bank sedang punya trend bermain di fasilitas “poin”, manfaatkanlah! setiap kita berbelanja dengan kartu kredit maka akan mendapat poin, selanjutnya poin tersebut bisa dipergunakan untuk berbelanja lagi. Namun, perlu saya ingatkan untuk berhati-hati dalam menggunakan Kartu Kredit agar balance sheet tetap terjaga; jangan sampai bablas… 🙂
  5. Rajin berderma. Tidak ada ruginya kita berderma, karena ini sesuai dengan aturan universal alam semesta bahwa apapun yang kita miliki adalah titipan. Dengan demikian, saya sarankan untuk selalu menyediakan slot anggaran untuk ber-dana punia. Apabila tidak sanggup besar, maka cukup semampunya saja. Sebagai pengalaman pribadi, semakin rajin saya berderma untuk hal-hal yang tepat maka rejeki so far selalu mengalir; at least kebutuhan saya terpenuhi. Bentuk dana punia bisa bervariasi seperti memberikan punia uang atau pakaian ke pendeta, punia uang ke pura, membantu buku untuk anak-anak yang tidak mampu sekolah, sharing makanan ke pengemis, bahkan senyuman untuk orang yang sedang sedih merupakan sebuah derma yang sangat besar

Menurut saya, lima hal tersebut di atas sangat applicable dalam mengelola keuangan pribadi sehingga kebutuhan bersosial masyarakat dan beragama tetap lancar dan aman. Memang banyak teori yang canggih-canggih mengenai management keuangan, namun belum tentu kita bisa menerapkannya dengan maksimal apabila kita tidak disiplin; disiplin memonitor balance sheet, disiplin mencari alternative baru, disiplin update trend di pasar, dan disiplin terhadap komitmen pribadi (merupakan yang paling utama).

Demikian… semoga bisa membantu 🙂

love and peace,

-putu-

Read Full Post »

Terima kasih Tuhan :)

Sudah 34.5 tahun aku menghirup oxygen di sebuah planet yang bernama bumi. Banyak kisah yang sudah terjadi, ternyata itu sebuah scenario yang sudah di design sejak dahulu kala; bahkan sebelum aku berwujud sel. Semuanya berjalan as designed dan membuatku bertanya “so, what’s next”

Jika tanpa design, mungkin aku sudah lama meninggalkan planet ini… banyak peristiwa terlampaui dan aku masih selamat.

 Waktu kecil, karena berkat-Nya aku “gagal” terlindas bus; karena berkat-Nya aku masih sehat sehabis jatuh dari pohon; karena berkat-Nya aku masih berjalan setelah sekian banyak pengalaman sakit kaki; karena berkat-Nya aku masih berpikir dan menulis untuk menyampaikan aspirasi dan opini tentang planet ini dan sang penciptanya; karena berkat-Nya aku masih menyapa mereka yang aku lihat, mereka yang mengeluarkan suara dan di dengar oleh telingaku, mereka yang menyentuh penuh sayang; karena berkat-Nya aku masih mengunyah nasi setelah banyaknya isu terkait gusi dan gigi yang aku alami; karena berkat-Nya aku masih berjalan dan makan normal setelah sekian banyak sakit perncernaan yang aku alami; karena berkat-Nya aku hidup bersama orang tua yang memahami liarnya duniaku; karena berkat-Nya aku menyaksikan bagaimana proses untuk meninggalkan planet ini oleh kedua nenekku dan ayahku; karena berkat-Nya aku masih survive di dunia kerja dan lingkungan yang katanya kejam; karena berkat-Nya aku belajar martial art, agama, IT, Akuntansi, Risk, Treasury, Finance, dll… karena dengan semua itu akhirnya aku memahami pola-Nya; karena berkat-Nya aku mencintai; karena berkat-Nya aku masih menerima cinta dari makhluk yang ada di planet ini.

Begitu banyak pertolongan yang Dia berikan agar aku tetap hidup sesuai design-Nya. Ntah apa yang akan terjadi lagi; entah rencana apa lagi yang masih ada dalam logbook-Nya. Dia sangat baik karena memberi kesempatan kepadaku untuk menyampaikan aspirasi dalam doa; selanjutnya Dia akan me-review dan menyampaikan apakah aspirasiku disetujui atau tidak. Jika Dia setuju dan sesuai dengan design-Nya maka pasti akan segera disetujui. Namun jika masih perlu banyak pertimbangan maka akan banyak proses yang harus aku lalui untuk persetujuan tersebut; bahkan harus disertai pembuktian dan subsidi silang agar design awal tidak terganggu.

Apa pun, sekecil apa pun, yang sudah aku lewati… semua itu sebetulnya hal baik (meski secara kolegeal sering dianggap tidak baik). Logikanya, Dia sangat baik maka apa pun yang Dia berikan adalah sebuah kebaikan; apapun yang aku lalui memang itu hal baik untukku untuk pemenuhan design-Nya. Setiap kali ragu, aku bebas menyampaikan aspirasi dan bertanya pada-Nya; any time any where. Dia menjawab lebih cepat dari dari whats-app atau telpon canggih; namun Dia juga bias menunda lebih lama dari waktu perjalannya sloth.

So, hal dasar yang aku lakukan sembari jalan adalah bekerja dengan baik; berdoa dengan baik; tersenyum; yakin bahwa semuanya adalah proses untuk yang terbaik; belajar; menulis; olah raga; berusaha melakukan apa pun yang bisa aku pikirkan dan lakukan dengan sebaik mungkin yang bisa aku lakukan

-putu-

Read Full Post »

Older Posts »